WELCOME TO TINA DATE

Rabu, 01 April 2009

SISTEM GASTROINTESTINAL

SISTEM GASTROINTESTINAL

have a characteristic such as ......................
1. Saluran panjangnya sekitar 9 m( Mulut- Anus).
2. Lumen GI memiliki lapisan mukosa, submukosa, lapisan otot.
3. Sistem GI dan organ accesoris darah sekitar 25 – 30 % dari cardiac out put.
4. Saraf melibatkan saraf autonom saraf parasimpatis dan simpatis.

The Function of Gastrointestinal System is..................
1. Tarnsport air dan makanan.
2. Cerna makanan secara mekanik dan kimia,
3. absorbsi nutrien  Sistem KardioVaskular.
4. Mengeluarkan produk sisa.

A. Mulut
• Tempat pencernaan pertama kali.
• Mekanik terjadi pengunyahan makanan.
• Secara kimia sekresi saliva yang berisi enzim amilase dan ptialin.

B. Esophagus
• organ silindris, pj : 25 cm dan diameter 2 cm.
• Lapisan
a. Mukosa : sel epitel, sifatnya alkali.
b. Sub mukosa : sel sekresikan mukus.
c. Otot : terdiri dari otot longitudinal dan otot sirkular. 1/3 bagian atas terdiri dari otot rangka dan 2/3 bagian bawah otot polos.
• Memiliki 2 spinter yaitu atas ( Krikopharingeus) dan spinter bawah.
• Saraf simpatis dan saraf parasimpatis(N. vagus)
• Fungsi antar bolus ke lambung(stomach)

C. Stomach/gaster
• Letak menyilang dari sisi kanan kiri abdomen.
• Panjang 25 cm lebar 10 cm, kapasitas 1-2 liter.
• Memiliki bagian bagian:Cardia, fundus, body, pylorus.
• Memiliki spinter cardia, spinter pylorus yang mencegah refluk chyme.
• Fungsi lambung:
1. Reservoir makanan/bolus.
2. Mengolah dan mengaduk makanan/bolus menjadi chyme
3. Mengatur aliran chyme ke usus kecil
4. Mensekresikan cairan lambung yang terdiri dari HCL, air, mukus, enzim pepsin dan lipase, faktor intrinsik. Produksi dan sekresi cairan lambung sekitar 2 – 3 liter / hari.


Mekanisme Sekresi Cairan Lambung ada 3 fase yaitu :
1. Fase Cephalik
Terjadi pada saat sebelum makanan masuk lambung.
Distimulasi oleh sensasi rasa, bau, dan mengunyah makanan  lambung mensekresikan HcL,
Pepsin, dan mukus.

2. Fase Gastrik
Mulai adanya bolus dilambung.
Dinding lambung mensekresikan hormon gastrin sebagai respon dariadanya mekanik dan
kimia makanan.

3. Fase Intestinal
Dimulai oleh gerakan chyme dari lambung ke usus halus(duodenum).
Distensi usus halus menimbulkan reflek enterogastrik.
Keadaan chyme yang asam(Ph < 2,5), lemak, hasil pemecahan protein sekresi hormon
sekretin, kolesitokinin, peptida penghambat gastrik sekresi lambung & motilitas.

D. Usus Halus
1. Panjang sekitar 4 – 6 meter dengan diameter proximal 2,5 cm.
2. Dapat dibedakan duodenum, jejunum dan illium.
3. Lapisan usus halus : serosa(luar), otot(longitudinal, sirkular), sub mukosa, mukosa( villi
unit absorbsi).
4. Terdapat muara saluran empedu(ductus koledukus), ductus santorini.
5. S Parasimpatis sekresi kelenjar& motilitas.
6. S.Simpatis motilitas, me’hantarkan nyeri.

• Sirkulasi darah:
  1. Arteri mesenterika superior
  2. Arteri gastroduodenal
  3. Arteri pancreatic duodenal
  4. Vena mesenterika superior vena Porta.

Fungsi usus halus:
  1. Pencernaan mekanik dan kimiawi gerakan mencampur chyme dengan sekresi dari pankreas, hepotobiliar, dan usus. Juga mendorong isi usus ke usus besar.
  2. Absorbsi dari hasil pencernaan karbohidrat, protein dan lemak.
  3. Absorbsi air, mineral, vitamin
Tempat Absorbsi
  1. Duodenum : Besi, Kalsium, asam folat, lemak, gula dan asam amino.
  2. Jejunum : Gula dan asam amino.
  3. Illium : Vit B12, garam empedu.

HORMON SALURAN GASTROINTESTINAL
1. H. Gastrine
  1. Sumbernya mukosa lambung.
  2. Efek merangsang gerakan lambung sekresi Hcl

2. H. Scretin
  1. Sumbernya duodenum
  2. Efeknya merangsang sekret pankreas dan empedu.

3. H. Pancreozymin
  1. Sumber duodenum
  2. Efek merangsang stimulasi enzim pankreas dan empedu.

4. Cholesistokinin
  1. Sumber duodenum
  2. Merangsang sekresi cairan pankreas.


ENZIM-ENZIM PENCERNAAN
1. Enzim amilase
  • Sumber kelenjar saliva
  • Efek mengubah tepung menjadi maltosa
2. Pepsin Gastric(Protease)
  • Sumber dari lambung.
  • Mengubah protein menjadi polipeptida.
3. Lipase gastric
  • Sumber dari lambung
  • Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
4. Empedu
  • Sumber Hepar,fungsi mengelmusikan lemak.
5. Tripsin
  • Sumber pankreas
  • Mengubah protein dan polipeptida menjadi polipeptida dan asam amino.
6. Maltose
  • Sumber diusus berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.
E. Usus Besar
  1. Lumen otot panjangnya sekitar 2 m, diameter 5 cm.
  2. Dapat dibedakan menjadi:Cecum : terdapat katub illeosekal dan apendik, Colon : Colon asenden, Colon tranversal, colon desenden dan colon sigmoid, Rectum
  3. Colon mampu mensekresikan mukus untuk memproteksi mukosa dari kandungan fecal.
  4. Dipersarafi: Saraf autonom simpatis menghambat sekresi, konstriksi dan rangsangan spinter rectum. S parasimpatis meningkatkan sekresi.

Fungsi usus besar :
  1. pencernaan mekanik
  2. absorbsi air 2 liter/hari, elektrolit. Bila terdapat kelebihan ambang nilai diare.
  3. Membentuk vit K dan vit B melalui proses pembusukan oleh bakteri. Hasil lain dari fermentasi ini adalah gas, yaitu sekitar 1 liter gas /hari menjadi flatus. Selain hasil akhir dikeluarkan melalui feses juga diabsorbsi dan dikeluarkan melalui urine.
  4. Sebagai penampung feses kolon sigmoid.

F. Hepar
  1. memiliki 2 lobus, lobus kanan dan kiri.
  2. Terletak dikuadran kanan atas.
  3. Terdiri unit fungsional lobus hepar. Jaringan konektif Capsula.
  4. Sirkulasi : arteri hepatika, vena porta, vena hepatika.
  5. Memiliki kantung empedu sebagi reservoir empedu.
• Fungsi hepar :
  1. ada 400 fungsi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu penyimpanan, proteksi dan metabolisme.
  2. Penyimpanan : mineral dan vitamin Besi, magnesium, vit B 12, asam folat, B 6, Niacin, vit ADEK.
  3. Proteksi: Memfagosit kuman dan bakteri oleh sel Kuffer.
  4. Metabolisme : Pemecahan protein, asam amino amoniak & Urea ginjal.Metabolisme Ha, asam lemak, trigliserida.
  5. Mensekresikan empedu cerna lemak dalam usus halus. Empedu terdiri dari garam empedu, kolesterol, fosfolipide, air, elektrolit dan pigment empedu(billirubin). Empedu dialirkan ke usus halus melalui spinter Oddi.

G. Pankreas
  1. Organ ramping panjang 20 cm, lebar 3-5 cm
  2. Memiliki 2 saluran :Ductus Wirsung ductus pancreas dan Ductus Santorini ke duodenum.
  3. Stimulasi pankreas dari nervus Vagus mengontrol sekresi pada fase cephalik dan gastrik.
  4. Nervus splanichnic mengontrol nyeri.
Fungsi :
  • Kelenjar eksokrin enzim pencernaan.
  • Kelenjar endokrin Hormon insulin, glukagon.

ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT

SISTEM INTEGUMENT

CIRI-CIRI KULIT
  1. Pembungkus yang elastis yang melindungi kulit dari pengaruh lingkungan.
  2. Alat tubuh yang terberat : 15 % dari berat badan.
  3. Luas : 1,50 – 1,75 m.
  4. Tebal rata – rata : 1,22mm.
  5. Daerah yang paling tebal : 66 mm, pada telapak tangan dan t. kaki dan paling tipis : 0,5 mm.pada daerah penis.

ANATOMI FISIOLOG KULIT

KULIT TERBAGI MENJADI 3 LAPISAN:
1. EPIDERMIS
Terbagi atas 4 lapisan:
a. Lapisan basal / stratum germinativum
  • terdiri dari sel – sel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis.
  • Tersusun sebagai tiang pagar atau palisade.
  • Lapisan terbawah dari epidermis.
  • Terdapat melanosit yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin( melindungi kulit dari sinar matahari.

b. lap. Malpighi/ stratum spinosum.
  • Lapisan epidermis yang paling tebal.
  • Terdiri dari sel polygonal
  • Sel – sel mempunyai protoplasma yang menonjol yang terlihat seperti duri.

c. lap. Granular / s. granulosum.
  • Terdiri dari butir – butir granul keratohialinyang basofilik.

d. lapsan tanduk / korneum.
  • Terdiri dari 20 – 25 lapis sel tanduk tanpa inti.

Setiap kulit yang mati banyak mengandung keratin yaitu protein fibrous insoluble yang membentuk barier terluar kulit yang berfungsi:
  1. Mengusir mikroorganisme patogen.
  2. Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh.
  3. Unsure utam yang mengerskan rambut dan kuku.

Setiap kulit yang mati akan terganti tiap 3- 4 minggu. Dalam epidermis terdapat 2 sel yaitu :
1. Sel merkel.
Fungsinya belum dipahami dengan jelastapi diyakini berperan dalam pembentukan kalus dan klavus pada tangan dan kaki.
2. Sel langerhans.
Berperan dalam respon – respon antigen kutaneus.
Epidermis akan bertambah tebal jika bagian tersebut sering digunakan.
Persambungan antara epidermis dan dermis di sebut rete ridge yang berfunfgsi sebagai tempat pertukaran nutrisi yang essensial. Dan terdapat kerutan yang disebut fingers prints.

2. DERMIS.( korium)
  • merupakan lapisan dibawah epidermis.
  • Terdiri dari jaringan ikat yang terdiri dari 2 lapisan:pars papilaris.( terdiri dari sel fibroblast yang memproduksi kolagen DAN Retikularis YG Terdapat banyak p. darah , limfe, dan akar rambut, kelenjar kerngat dan k. sebaseus.

3. JARINGAN SUBKUTAN ATAU HIPODERMIS / SUBCUTIS.
  • Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak.
  • Merupakn jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan tulang.
  • Sebagai mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas.
  • Sebagai bantalan terhadap trauma.
  • Tempat penumpukan energi.

4. RAMBUT.

Terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal dari falang distal jari tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir.
Terdapat 2 jenis rambut :
a. rambut terminal ( dapat panjang dan pendek.)
b. Rambut velus( pendek, halus dan lembut).
Fungsi rambut
  1. melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak mengalir ke mata, bulu hidung (vibrissae)
  2. menyarig udara.
  3. serta berfungsi sebagai pengatur suhu,
  4. pendorong penguapan kerngat dan
  5. indera peraba yang sensitive.
RaMbut terdiri dari akar ( sel tanpa keratin) dan batang ( terdiri sel keratin )
Bagian dermis yang masuk dalam kandung rambut disebut papil.
Terdapat 2 fase :
1. fase pertumbuhan (Anagen)
kecepatan pertumbuhan rambut bervariasi rambut janggut tercepat diikuti kulit kepela.
Berlangsung sampai dengan usia 6 tahun.
90 % dari 100.000 folikel rambut kulit kepala normal mengalami fase pertumbuhan pada satu saat.
2. Fase Istirahat( Telogen)
Berlangsung + 4 bulan, rambut mengalami kerontokan
50 – 100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya.
Gerak merinding jika terjadi trauma , stress, dsbt Piloereksi.
Warna rambut ditentukan oleh jumlah melanin .
Pertumbuhan rambut pada daerah tertentu dikontrol oleh hgormon seks( rambut wajah, janggut, kumis, dada, punggung, di kontrol oleh H. Androgen.
Kuantitas dan kualitas distribusi ranbut ditentukan oleh kondisis Endokrin.
Hirsutisme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan pada S. Cushing(wanita).

5. KUKU
Permukaan dorsal ujung distal jari tangan atau kaki tertdapat lempeng keatin yang keras dan transparan.tumbuh dari akar yang disebut kutikula.
Berfungsi mengangkat benda – benda kecil.
Pertumbuhan rata- rata 0,1 mm / hari.pembaruan total kuku jari tangan : 170 hari dan kuku kaki: 12- 18 bulan.

KELENJAR – KELENJAR PADA KULIT
1. Kelenjar Sebasea
berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang rambut yang akan melumasi rambut sehingga menjadi halus lentur dan lunak.
2. Kelenjar keringat
diklasifikasikan menjadi 2 kategori:
a. kelenjar Ekrin terdapat disemua kulit.
Melepaskan keringat sebgai reaksi penngkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh.
Kecepatan sekresi keringat dikendalkan oleh saraf simpatik.pengekuaran keringat oada tangan, kaki, aksila, dahi, sebagai reaksi tubuh terhadap setress, nyeri dll.
b. kelenjar Apokrin.
Terdapat di aksil, anus, skrotum, labia mayora, dan berm,uara pada folkel rambut.
Kelenjar ininaktif pada masa pubertas,pada wanit a akan membesar dan berkurang pada sklus haid.
K.Apokrin memproduksi keringat yang keruh seperti susu yang diuraikan oleh bajkteri menghasilkan bau khas pada aksila.
Pada telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin khusus yang disebut K. seruminosa yang menghasilkan serumen(wax).

FUNGSI KULIT SECARA UMUM.

1. SEBAGAI PROTEKSI.
  • Masuknya benda- benda dari luar(benda asing ,invasi bacteri.)
  • Melindungi dari trauma yang terus menerus.
  • Mencegah keluarnya cairan yang berlebihan dari tubuh.
  • Menyerap berbagai senyawa lipid vit. Adan D yang larut lemak.
  • Memproduksi melanin mencegah kerusakan kulit dari sinar UV.

2. PENGONTROL/PENGATUR SUHU.
  • Vasokonstriksi pada suhu dingn dan dilatasi pada kondisi panas peredaran darah meningkat terjadi penguapan keringat.
3 proses hilangnya panas dari tubuh:
  • Radiasi: pemindahan panas ke benda lain yang suhunya lebih rendah.
  • Konduksi : pemindahan panas dari ubuh ke benda lain yang lebih dingin yang bersentuhan dengan tubuh.
  • Evaporasi : membentuk hilangnya panas lewat konduksi
  • Kecepatan hilangnya panas dipengaruhi oleh suhu permukaan kulit yang ditentukan oleh peredaran darah kekulit.(total aliran darah N: 450 ml / menit.)
3. SENSIBILITAS
  • mengindera suhu, rasa nyeri, sentuhan dan rabaaan.

4. KESEIMBANGAN AIR
  • Sratum korneum dapat menyerap air sehingga mencegah kehilangan air serta elektrolit yang berlebihan dari bagian internal tubuh dan mempertahankan kelembaban dalam jaringan subcutan.
  • Air mengalami evaporasi (respirasi tidak kasat mata)+ 600 ml / hari untuk dewasa.
5. PRODUKSI VITAMIN.
  • Kulit yang terpejan sinar Uvakan mengubah substansi untuk mensintesis vitamin D.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK GANGGUAN SISTEM INTEGUMENT

1. BIOPSI KULIT.
Mendapatkan jaringan untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopik dengan cara eksisi dengan scalpel atau alat penusuk khusus ( skin punch) dengan mengambil bagian tengah jaringan.
INDIKASI
Pada nodul yang asal nya tidak jelas untuk mencegah malignitas. Dengan warna dan bentuk yang tidak lazim.
Pembentukan lepuh.

2. PATCH TEST
Untuk mrngenali substansi yang menimbulkan alergi pada pasien dibawah plester khusus ( exclusive putches )
INDKASI
Dermatitis, gejalak kemerahan, tonjolan halus, gatal- gatal. Reaksi + lemah.
Blister yang halus, papula dan gatal –gatal yang hebat reaksi + sedang.
Blister/bullae, nyeri, ulserasi reaksi + kuat.

Penjelasan pada pasien sebelum dan sesudah pelksanaan patch test.
Jangan menggunakan obat jenis kortison selam satu minggu sebelum tgl pelaksanaan.
Sample masing – masing bahan tes dalam jumlah yang sedikit dibubuhkan pada plester berbentuk cakaram kemudian ditempel pada punggung,dengan jumlah ynag bervariasi.( 20 – 30 buah.)
Pertahankan agar daerah punggung tetap kering pada saat plester masih menempel.
Prosedur dilaksanakan dalam waktu 30 menit.
2- 3 hari setelah tes plester dilepas kemudian lokasi dievaluasi.

3. PENGEROKAN KULIT.
Sampel kulit dikerok dari lokasi lesi, jamur, yang dicurigai.dengan menggunakan skatpel yang sudah dibasahi dengan minyak sehingga jaringan yang dikerok menempel pada mata pisau hasil kerokan dipindahkan ke slide kaca ditutup dengan kaca objek dan dipriksa dengan mikroskop.

4. PEMERIKSAAN CAHAYA WOOD ( LIGHT WOOD).
Menggunakan cahaya UV gelombang panjang yang disebut black light yang akan menghasilakan cahaya berpedar berwarna ungu gelap yang khas.cahaya akan terlihat jelas pada ruangan yang gelap, digunakan untuk memebedakan lesi epidermis dengan dermis dan hipopigmentasi dengan hiperpigmentasi.

5. APUS TZANCK.
Untuk memeriksa sel – sel kulit yang mengalami pelepuhan.
INDIKASI
Herpes zoster,varisella, herpes simplek dan semua bentuk pemfigus.
Secret dari lesi yang dicurigai dioleskan pada slide kaca diwarnai dan periksa.